Sebelumnya, Marketing Manager K-24 Indonesia Burhan Bariton mengungkapkan, permintaan obat-obatan dan alkes terkait COVID-19 mengalami kenaikan. Angkanya bisa mencapai lebih dari puluhan kali lipat.
Baca Juga: Kritik Keras Vaksin Berbayar Indonesia, WHO: Timbulkan Masalah Etika dan Akses
Baca Juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Pemerintah Diminta Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Kenaikan permintaan di apotik K-24, apotik waralaba nasional yang menyediakan kebutuhan obat-obatan masih terjadi, terutama apotik lain yang masuk zona merah, termasuk di wilayah Jakarta.
"Kondisinya sekarang sudah mulai menipis stoknya. Kelangkaan terjadi terutama untuk vitamin yang di-rush buying oleh pelanggan untuk pencegahan COVID-19 serta obat obat antivirus dan antibiotik serta oksimeter,” ujar Burhan dilansir Kontan.co.id, Jumat (2/7/2021).
