Penyebab PPP Terlempar
Terlemparnya PPP adalah hal yang miris sebagai partai lama, partai yang dikenal sebagai partainya umat Islam, ternyata PPP tak pernah bisa keluar dari fakta sebagai partai yang terus mengalami penurunan perolehan suara sehingga akhirnya terlempar dari Senayan.
PPP gagal ke Senayan memungkinkan adanya perubahan peran misalnya para kyai memungkinkan tidak lagi memiliki pengaruh besar kepada PPP. Sehingga kekuatan hubungan kyai dan santri tidak tampak lagi menjadi faktor pendongkrak suara.
Ini terjadi kemungkinannya karena PPP tidak lagi memiliki ciri khas, meski umumnya PPP didukung oleh kalangan-kalangan kelompok Islam tetapi PPP dulunya masih punya kelompok khusus pendongkrak suara yakni dari kalangan Nahdlatul Ulama.
Tampaknya warga Nahdliyin sudah memilih kepada PKB dengan trend PKB yang cenderung naik sedangkan PPP malah turun drastis. Contoh sederhana saja, ketika PPP pada Pileg tahun 2019 memperoleh 4,52 persen tetapi Pemilu 2024 PPP hanya memperoleh 3,87 persen, bandingkan dengan PKB yang memperoleh 9,69 persen pada saat Pileg 2019 kemudian naik sebesar 0,92 tepatnya sebesar 10,61 persen.
