Ini membuktikan bahwa dipilihnya Mardiono menggantikan Suharso Manoarfa adalah bukti kesalahan PPP menyelesaikan permasalahan di internalnya. Kegagalan PPP mencari pemimpin yang bisa menahkodai PPP adalah awal mula dari kegagalan partai ini hingga terlempar dari parlemen di Senayan.

Sebaiknya memang kegagalan PPP harus disikapi dengan melakukan restrukturisasi besar-besaran dari kepengurusan PPP pada tingkat pusat sampai ke tingkat paling dasar dalam hirarki kepartaian agar PPP bisa kembali ke Senayan di 2029 nanti. (*)

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS