Ia juga menyoroti nasib sejumlah PPPK yang memasuki masa pensiun setelah mengabdi selama belasan tahun. Sebagian dari mereka, kata dia, masih menghadapi persoalan ekonomi meskipun telah bekerja sejak menjadi tenaga honorer.

Heti menceritakan adanya istri pensiunan guru yang terpaksa berjualan kue keliling untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga setelah suaminya berhenti bekerja. Kisah tersebut, menurut dia, menunjukkan tantangan yang dihadapi keluarga ketika sumber penghasilan utama tidak lagi tersedia.

Ia menegaskan bahwa tidak semua tenaga honorer memperoleh kesempatan melalui bantuan orang dalam atau ordal.

"Dari honorer tanpa orang dalam (ordal) lho. Tidak semua honorer itu masuk jalur ordal," katanya.

Heti meyakini masih banyak kisah PPPK berusia 35 tahun ke atas yang belum terungkap. Mereka, menurut dia, memiliki harapan terhadap jenjang karier dan perlindungan ekonomi setelah masa kerja berakhir.