“Program ini sebagai bentuk pencegahan kesehatan yang serius bagi masyarakat. Kita harus menganggap ini serius untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih besar,” ujar Hasan, seperti dikutip dari Tempo, Sabtu (4/1/2025).

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan fokus pada pencegahan penyakit seperti tuberculosis (TBC) yang bisa menambah beban sistem kesehatan.

Program cek kesehatan ini dirancang dengan berbagai jenis pemeriksaan kesehatan, termasuk pengukuran tekanan darah, gula darah, dan asam urat. Pemeriksaan ini direncanakan untuk dilakukan secara rutin setiap tahun atau dua kali setahun, guna mendeteksi penyakit sedini mungkin.

Program ini terutama ditujukan bagi masyarakat yang berisiko tinggi, seperti mereka yang berusia 50 tahun ke atas, dan yang memiliki potensi untuk menderita penyakit seperti TBC.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, juga mengonfirmasi bahwa program ini adalah skrining kesehatan di puskesmas, bukan medical check up dengan biaya tinggi seperti yang dilakukan di rumah sakit.