Menurut Mahfud, hubungan kedua tokoh besar Islam itu tak boleh sembarangan dipersonifikasikan untuk menggambarkan duet politik masa kini.

Dia mengatakan, keduanya berbeda karena politik hari ini dinilainya seperti sampah.

Baca Juga: Jokowi Diserang Karena Presiden dan Menteri Boleh Kampanye, TKN Prabowo-Gibran Singgung Seolah Deklarasi Dukungan

"Alangkah indahnya seandainya suatu negara dipimpin oleh orang mulia seperti Khulafa'al Rasyidin. Abu Bakar, misalnya, salat dan dzikir siang malam dan selalu menyerahkan diri dan bhartanya untuk kepentingan perjuangan," ujar Mahfud, dilansir dari Gelora.co.

"Sayyidina Ali pun luar biasa, sejak muda rajin beribadah, selalu berjuang bersama Rasul, cerdas sehingga dijuluki Babul Ilmi (pintu ilmu). Ali juga hormat pada kemandirian hakim. Ditulis dalam tinta emas sejarah, Ali sangat menghormati kemandirian hakim seperti dalam kisah ketika Ali dituduh mencuri baju perang dengan tuduhan dan saksi palsu. Beliau menghormati hakim dengan tawadhu'," katanya lagi.