IHSG ditutup menguat 0,94 persen atau 49,47 poin ke level 5.328,36 pada perdagangan Rabu (21/10/2026). Penguatan itu melanjutkan rebound sehari sebelumnya, ketika IHSG melonjak 5,65 persen ke level 5.278,88 pada Selasa (20/10/2026).
Sepanjang Rabu, IHSG sempat tertekan hingga level terendah 5.185,36 sebelum berbalik menguat pada sesi berikutnya. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp17,9 triliun dengan volume sekitar 35 miliar lembar saham. Sebanyak 369 saham menguat, 308 melemah, dan 116 stagnan, menurut data RTI Business.
Meski menguat, tekanan jual asing belum reda. Investor asing masih mencatat penjualan bersih pada Rabu, dengan nilai yang berbeda-beda menurut sumber data. Sektor kesehatan memimpin penguatan sebesar 3,35 persen, disusul properti dan infrastruktur.
Penguatan Rabu belum menghapus pelemahan yang lebih panjang. Dalam lima hari perdagangan terakhir IHSG masih terkoreksi sekitar 10,34 persen, dan sejak awal 2026 indeks tercatat melemah sekitar 38,38 persen menurut data RTI Business.
Pada awal perdagangan Kamis (22/10/2026), IHSG kembali bergerak melemah. Indeks dibuka di level 5.310,84 dan sempat turun sekitar 0,84 persen pada awal sesi, menurut data RTI Business yang dikutip Detik Finance. Sejumlah analis menilai penguatan dua hari terakhir masih memerlukan konfirmasi sebelum dapat disebut sebagai awal pemulihan.
