Di tengah polemik, tudingan terhadap lembaga investasi Singapura ikut mencuat. Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menuding GIC dan Temasek terlibat menekan MSCI. Kedua lembaga itu membantah tudingan tersebut. GIC menyebut tudingan itu tidak benar dan menegaskan telah berinvestasi di Indonesia selama lebih dari 30 tahun, sementara pejabat Temasek menyebut tudingan itu jelas tidak benar.

Sejumlah politisi senior Indonesia juga bereaksi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mempertanyakan mengapa MSCI tidak membahas kemungkinan penurunan status itu dalam pertemuan dengan pejabat Indonesia di Bangkok beberapa hari sebelumnya. Anggota DPR dari Fraksi PKB Hanif Dhakiri menuntut metodologi MSCI transparan, objektif, dan diterapkan konsisten di semua negara.

OJK Percepat Delapan Reformasi Pasar

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan pernyataan Presiden bukan dimaksudkan untuk menantang MSCI. Menurut Friderica, Prabowo justru mendukung reformasi pasar modal agar semakin kredibel, likuid, dan transparan. Ia menyebut pembenahan pasar modal telah berjalan sejak Januari sesuai arahan Presiden, bukan sekadar respons terhadap satu penyedia indeks.

OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan seluruh organisasi regulator mandiri menjalankan delapan program aksi prioritas reformasi pasar modal. Program itu mencakup peningkatan minimum free float menjadi 15 persen secara bertahap, penguatan transparansi pemilik manfaat akhir, perluasan klasifikasi investor dari sembilan menjadi 39 kategori, keterbukaan kepemilikan saham di atas satu persen, serta publikasi daftar saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi.