Perubahan sikap terjadi di tengah kritik yang meluas di dalam dan luar negeri. Pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan yang viral di media sosial memicu respons keras dari Malaysia. Syahganda berkata Indonesia tidak hanya mengirim asap karena oksigen di Singapura dan Malaysia berasal dari hutan Indonesia.

Andrew Chen Kah Eng, ketua Pakatan Harapan negara bagian Johor dari koalisi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, menanggapi bahwa Indonesia harus dimintai pertanggungjawaban. Ia juga meminta para juru bicara Indonesia berhenti bersikap acuh terhadap negara tetangga ASEAN yang terdampak.

60 Ribu Personel Dikerahkan

Pada rapat terbatas di Istana Merdeka, Senin malam (12/10/2026), Prabowo memerintahkan pengerahan seluruh kekuatan yang ada. Pemerintah mengerahkan 60.177 personel gabungan yang terdiri atas pemadam kebakaran, TNI, Polri, petugas kehutanan, dan relawan ke enam provinsi prioritas.

Sekitar 639 hektare lahan masih dalam proses pemadaman di enam provinsi, dengan fokus operasi di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Pemerintah mengklaim tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya.

"Ini menjadi prioritas utama bagi kita. Kita harus segera menyelesaikannya," kata Prabowo seperti dikutip sejumlah media.