Sekitar 50 pesawat dikerahkan untuk operasi water bombing dan penyemaian awan. Pemerintah juga mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan. Selain itu, Indonesia telah mengirim 500 unit pompa air ke Kalimantan dari total 2.000 unit yang diperintahkan presiden untuk segera didistribusikan.
Tawaran Malaysia dan Singapura
Kesediaan menerima bantuan asing berawal dari komunikasi tingkat tinggi Indonesia-Malaysia. Pada 8 Oktober, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menelepon Prabowo untuk membahas kabut asap dari Kalimantan dan Sumatera yang berdampak hingga Malaysia dan Singapura.
Malaysia menawarkan tiga helikopter, satu pesawat udara, dan 52 personel pemadam kebakaran. Singapura juga menawarkan bantuan. Menteri Lingkungan Hidup Singapura Grace Fu menyatakan telah berbicara dengan para mitranya di Indonesia dan siap membantu semampunya.
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan pemerintahnya menyelidiki perusahaan-perusahaan di balik karhutla pemicu kabut asap. Masker N95 dibagikan kepada warga rentan Singapura, sementara ruang berpendingin udara di pusat-pusat komunitas disediakan sebagai tempat berlindung dari asap.
