Baca Juga: Kisah Tentang Turunnya Ruh

Pilpres tidak lagi menghasilkan kalah-menang, tetapi hasil Pilpres malah menunjukkan anomali ketika pasangan capres-cawapres yang kalah malah menjadi pembantu presiden.

Sebenarnya fenomena ini menunjukkan tingkat pragmatis partai politik di Indonesia luar biasa tinggi. Mereka tidak lagi ragu mempertontonkan perbedaan, namun kemudian menunjukkan keintiman.

Mereka tidak benar-benar serius dapat menjelaskan perbedaan sikap tersebut, kecuali hanya mempertontonkan perbedaan lakon wajah saja.

Jadi, politik lebih dianggap sebagai upaya mencari kemenangan semata tanpa adanya keberpihakkan dan sensitivitas terhadap masyarakat.