Mereka saat ini malah terkesan akrab dalam memikirkan persoalan kebangsaan, tetapi sebenarnya ini menunjukkan persiapan pembangkangan mereka.
Partai-partai yang berkoalisi dengan pemerintah, sedang mempersiapkan kecenderungan akan menunjukkan sikap berbeda, perbedaan pendapat, akrobatik dalam berperilaku dianggap wajar, sehingga pemerintah akan lebih disibukkan oleh kebisingan yang dilakukan partai-partai pendukung pemerintah.
Pemerintah tentu saja tak bisa mengabaikan bahwa silaturahim PDI Perjuangan dan PKS dianggap sesuatu yang dibutuhkan. Sehingga wajar, dalam pertemuan PDI Perjuangan dan PKS mengesankan adanya kesepakatan dalam perbedaan untuk dipersatukan.
Pragmatisme partai-partai yang menyebabkan pemerintah berpikir koalisi obesitas adalah hal yang benar, merangkul musuh sekalipun dengan menjinakkan oposisi adalah suatu perilaku terbaik.
Akhirnya, politik yang dikedepankan dalam membentuk koalisi adalah ‘merangkul semua,’ tak terbiasa dengan suara lain, suara berbeda. Padahal, sikap yang berbeda adalah bagian kepedulian.
