Namun yang pasti, bahwa partai-partai politik enggan mengambil tanggungjawab dengan tindakan konsisten, bahkan berani memikul tanggung jawab ketika pemerintah mengalami kemerosotan elektabilitas.
Satu-satunya konsistensi dari partai politik adalah konsistensi untuk selalu berada di daerah antara (in between), selalu berpindah, dan bergerak, bukan berada di sebuah titik ketetapan (sendentarity), ketidaktetapan adalah pemahaman yang benar (Yasraf Amir Piliang, 2005).
Sehingga, politik ke depan akan lebih bising menjelang Pemilu 2024, silaturahim hanya sebagai latihan dari upaya pembangkangan mitra koalisi pemerintah. (*)
