Hal itu, lanjut dia, disebabkan oleh massa udara basah lapisan rendah. Oleh karenya untuk dua hari kedepan akan terjadi intrusi atau seruakan udara kering yang menurunkan kelembaban udara, sehingga akan berpotensi terjadinya hujan menurun.

Selain itu, Faizal Habibie kembali menjelaskan, saat ini indeks labilitas sedang yang berskala lokal terkonsentrasi di wilayah Sulawesi Tenggara bagian utara, termasuk Kota Kendari.

Untuk saat ini, anomali positif atau ketidaknormalan suhu permukaan laut masih terjadi di sekitar wilayah perairan Sulawesi Tenggara. (B)

Reporter: Ahmad Sadar

Editor: Fitrah Nugraha