JAKARTA, TELISIK.ID - Koalisi NGO atau Masyarakat Sipil di Jakarta yang terdiri puluhan NGO mendesak pengusutan praktik extra judicial killing oleh pihak kepolisian yang menembaki 6 anggota Front Pembela Islam (FPI).

Mereka terdiri atas LBH Jakarta, YLBHI, ICJR, IJRS, HRWG, Institut Perempuan, LBH Masyarakat, LeIP, KontraS, SETARA Institute, PSHK, ELSAM, Amnesty International Indonesia, Public Virtue Institute, PBHI, PIL-Net, ICEL, Asosiasi LBH APIK Indonesia, Imparsial, LBH Pers.

Ketua Divisi Advokasi LBH Jakarta, Nelson Nikodemus Simamora mengatakan, sebagaimana ramai diberitakan media massa, aparat melakukan penembakan terhadap 6 orang warga negara yang disebut anggota FPI di kilometer 50 Tol Jakarta - Cikampek. Kepolisian menyebutkan, anggota polisi yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang, kemudian melakukan tindakan tegas terukur.

Sehingga terhadap kelompok MRS (Muhammad Rizieq Shihab) yang berjumlah 10 orang, meninggal dunia sebanyak 6 orang, dan 4 orang melarikan diri.

"Koalisi masyarakat sipil menilai ada banyak kejanggalan dalam peristiwa tersebut yang harus diusut karena diduga kuat terdapat pelanggaran hak asasi manusia, khususnya hak atas peradilan yang adil dan hak hidup warga negara," ujarnya dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (9/12/2020).