JAKARTA, TELISIK.ID – Praktisi hukum asal Sulawesi Tenggara (Sultra), Hidayatullah, merespon dugaan kebocoran data pemilih untuk program vaksinasi COVID-19.

Bahkan, kata dia, kebocoran data ini sudah dikhawatirkan jauh sebelumnya.

Ia pun mengaku, sempat mempertanyakan pada Januari 2021 sejak awal permintaan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggunakan data pemilih pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk digunakan dalam program vaksinasi nasional.

Hal itu merujuk data Pilkada terakhir yang digelar pada 2020 dan Pemilu 2019, namun seakan tak ditanggapi.

“Namun, alhasil penyerahan akses data pemilih untuk progam vaksinasi nasional tetap dilakukan oleh Plt Ketua KPU, Ilham Saputra dan Menkes Budi Gunadi Sadikin dengan penandatanganan kesepakatan (MoU) pada Selasa 2 Maret 2021," kata Hidayatullah dalam keterangan tertulis kepada Telisik.id, Kamis (9/9/2021).