Begitu juga dengan wilayah Sulawesi Tenggara, curah hujan di bumi anoa diperkirakan semakin menurun. Terutama pada Juni, sebagian besar wilayah diprediksi berada di kategori hujan rendah hingga mencapai puncaknya di Agustus.

Zainuddin ingatkan, masyarakat tak perlu cemas dengan fenomena tersebut. El-nino nyatanya bukan fenomena yang pertama kali terjadi di dunia. Fenomena El-nino terjadi berulang meski tak setiap tahun.

Fenomena ini terakhir kali terjadi pada 2018-2019. Sebelumnya, El Nino yang kuat juga pernah terjadi pada 2015. Tahun ini El-nino diprediksi tidak lebih buruk dari sebelumnya, hanya berada pada kategori netral hingga rendah.

"El-nino itu bukan berarti tidak ada hujan, ada hujan tapi sedikit," katanya.

Dalam menghadapi El-nino, Zainuddin mengimbau masyarakat untuk hindari aktivitas di luar ruangan. Selama periode El-nino terjadi, tidak ada tutupan awan sehingga sinar UV dapat menyorot langsung dalam intensitas yang tinggi.