Pelajaran ujaran kebencian dan SARA telah terjadi dua kali diingatan publik. Pertama, kekalahan Ahok di Pilkada DKI Jakarta silam dan kedua, gaya bicara arogansi ala anggota DPR PDI Perjuangan Arteria Dahlan. Kedua kasus ini pelajaran bagi PKS.

Pelajarannya adalah jangan sampai suatu kasus berlarut-larut. Bagi yang melakukan ujaran kebencian, respons awal adalah menolak disebut telah melakukan ujaran kebencian, namun jika dibiarkan berlarut, partai yang terdampak.

PKS harus tegas mengontrol anggotanya untuk tak merespons berlebihan apalagi turut melakukan pendalihan. Mendiamkan kasus ini juga berbahaya, sebab respons politik akan turut mengikuti, tetapi merecoki proses hukum dapat menambah tersulutnya emosi masyarakat. Sebaiknya, PKS memang melibatkan diri dalam proses yang objektif.

Oposisi dengan Komunikasi Buruk

PKS hingga hari ini gagal menghadirkan koalisi oposisi dan memimpinnya, juga gagal melakoni diri sebagai oposisi. Semestinya, PKS bekerja sama dengan Partai Demokrat, sesama partai politik di luar pemerintahan. Saat ini, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat, tak akur pasca konflik menuju Pilpres 2004 lalu antar tokoh/ikon Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri dari PDI Perjuangan.