Presiden Jokowi telah menganjurkan percepatan proses RUU TPKS, dan RUU ini telah menjadi inisiatif DPR, persepsi positif dapat diraih pemerintah dan PDI Perjuangan. Akhirnya oposisi PKS, sekadar berbeda dengan pemerintah, tetapi tak peka kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, janji politik PKS, seperti Hapus Pajak Motor, dan memperjuangkan pembentukan undang-undang perlindungan ulama, tokoh agama dan simbol-simbol agama, yang cenderung tak mungkin terealisasikan, akan menimbulkan sentimen negatif dari masyarakat kepada PKS.
“Kolam”Pemilih Sempit Diperebutkan Banyak Partai
Kegalauan PKS telah diungkapkan Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al-Jufri, yang berbicara terkait pemilih. Ceruk pemilih yang digambarkan sebagai satu kolam diperebutkan oleh banyak partai seperti Partai Gelora dan Partai Ummat.
Ceruk yang dikhawatirkan PKS adalah dari kalangan Islam. PKS sulit masuk kepada kalangan pemilih Islam tradisional. Upaya memperoleh ceruk pemilih Islam tradisional telah dilakukan oleh PKS dengan mencoba bersepakat terhadap tradisi masyarakat Islam seperti tahlilan, membawa isu nusantara dalam perspektif Islam, bahkan mencoba untuk memainkan isu Hidayat Nur Wahid cocok menjadi pemimpin di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
