Preseden buruk yang dilakukan oleh PKS, partai-partai itu juga kemungkinan sudah memahami. Ketika Partai Gerindra mengikuti permainan PKS dalam isu identitas Islam, dengan memberikan ruang gerak Islam kanan, yang terjadi adalah Partai Gerindra gagal memperoleh coattail effect (efek ekor jas) dari pemilu serentak 2019 lalu.
Semestinya, kesamaan pemilih dalam memilih partai/caleg di Pileg dan Pilpres, namun Partai Gerindra yang adalah partai nasionalis tergagap dalam isu Islam. Akhirnya, Gerindra efek ekor jas hanya 0.76 persen sedangkan PKS meraih keuntungan 1,42 persen atas isu tersebut.
Padahal secara pendanaan di kampanye, Gerindra lebih berperan malah merugi, wajar akhirnya Gerindra maupun rival capres-cawapres Jokowi memilih bergabung di pemerintahan.
Diambangkan Anies Baswedan
PKS telah menyadari Anies yang merupakan perseorangan, memiliki popularitas dan elektabilitas tiga besar, cenderung tak bisa “diatur-atur” oleh PKS.
