Beijing telah menuai kecaman internasional atas "program represi yang ekstensif" terhadap anggota kelompok etnis minoritas Muslim Uighur. Namun Beijing menyangkal bahwa itu melanggar hak asasi manusia Uighur.
Pada Maret, AS dan sekutunya memberlakukan sanksi terhadap beberapa pejabat di Provinsi Xinjiang, tanah air tradisional orang-orang Uyghur. Sanksi itu tetap berlaku hingga kini. (C)
Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim
Editor: Haerani Hambali
