Maka pertanyaan sederhananya, kenapa tidak sekaligus saja melakukan reshuffle kabinet untuk mengganti beberapa menteri yang berkinerja tidak memuaskan bagi publik, jika asumsi kerja tiga bulan masih akan mendapatkan hasil memuaskan, sehingga urgensi melantik tiga wakil menteri amat dibutuhkan akan semakin masuk akal.
Wajar akhirnya publik menilai ini sekadar bagi-bagi jabatan diakhir penghujung kepemimpinan Presiden Jokowi. Era Presiden Jokowi di kepemimpinannya yang kedua ini amat besar kecenderungan kursi-kursi menteri sekadar dibagi-bagi semata seperti, dari dimekarkannya posisi wakil-wakil menteri hingga yang terakhir terkesan memaksakan membuat hadirnya dua jabatan dari wakil menteri keuangan, akhirnya jumlah jabatan wakil menteri diisi oleh sekitar 25 orang dari 18 kementerian.
Transisi Pemerintahan, Politik Balas Budi, dan Politik Transaksional
Presiden Jokowi telah menjelaskan mengangkat tiga wakil menteri karena bertujuan untuk transisi pemerintahan, utamanya agar terjadinya kesinambungan dengan program kerja keberlanjutan dari Presiden Jokowi kepada calon presiden (capres) terpilih Prabowo Subianto. Presiden Jokowi juga menepis anggapan bagi-bagi kursi.
Presiden Jokowi juga menjelaskan sudah membicarakan antara dirinya sebagai Presiden saat ini dengan calon presiden terpilih Prabowo Subianto mengenai tiga wakil menteri ini, utamanya dua wakil menteri dari politisi Gerindra yakni wakil menteri keuangan II dan wakil menteri pertanian.
