Bahkan, Luhut mengklaim bahwa pemilih dari ceruk berbagai partai seperti Partai Demokrat, Partai Gerindra, PDI Perjuangan, PKB dan Golkar juga ingin Pemilu itu ditunda.

Saat ini, istana disinyalir sedang berupaya menggulirkan sekaligus menggiring opini publik berseberangan dengan realitas yang berada di masyarakat. Istana sedang berupaya menangkal hasil berbagai survei yang menyatakan bahwa masyarakat menolak wacana penundaan Pemilu 2024 dengan alasan apapun.

Pertemuan politik yang dilakukan antar partai pendukung pemerintah maupun komunikasi politik yang disampaikan oleh sosok menteri yang disinyalir kepercayaan dari seorang presiden adalah kerja-kerja mengupayakan kesepakatan bersama terjadinya penundaan Pemilu 2024. Saat ini, posisi Presiden Jokowi adalah wait and see, inilah yang perlu diperhatikan kelanjutan dari pernyataan, sikap, dan langkah politik yang dilakukan oleh pemerintah.

Ketua-Ketua Umum “Berlindung” di Istana

Luhut dan beberapa ketua umum partai juga kecenderungan besar adalah setali tiga uang, setuju Pemilu 2024 di tunda. Ketua Umum Partai seperti Airlangga Hartarto dari Golkar, Muhaimin Iskandar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Zulkifli Hasan dari Partai Amanat Nasional (PAN) mereka bersama sedang bergerak menjalankan agenda besar dari Istana.