Menerka Maksud Mendiamkan dalam Bentuk Merestui
Pernyataan berupa klaim yang dilakukan Luhut memang hanya suatu klaim semata. Sebab tak dapat dibuktikan kebenarannya. Tetapi klaim ini layaknya sebuah psywar yang dilakukan oleh lingkaran istana. Klaim ditujukan sebagai pembentukan opini baru dalam upaya penggiringan opini perlawanan terhadap opini publik sebenarnya yang didasarkan atas hasil berbagai survei yang menolak penundaan pemilu 2024.
Pernyataan Luhut telah memicu situasi panas perpolitikan, gelombang protes juga sudah mulai terjadi di masyarakat. Sebab, istana sedang bergerak melawan fakta dan kebenaran di masyarakat. Istana sedang berusaha melawan kehendak rakyat, untuk terselenggaranya Pemilu 2024 mendatang.
Pernyataan Luhut memang mengesankan ia sebagai aktor dalam wacana penundaan Pemilu. Statement baru Luhut yang dilemparkan kepada publik, terjadi dikarenakan presiden dalam pernyataannya bersifat mendua kepada publik. Luhut merasa pernyataannya itu adalah wujud dari atas nama demokrasi, kebebasan berpendapat.
Sehingga, Luhut dapat mengklaim mengatasnamakan rakyat, padahal rakyat bagi Luhut hanyalah orang banyak, hal mana orang banyak tentulah tidak punya wajah, berarti sama dengan anonim. Jika anonim, mengapa harus merasa bersalah karena yang dirugikan oleh klaimnya juga tidak kelihatan.
