Oleh: Efriza
Dosen Ilmu Politik di Beberapa Kampus & Owner Penerbitan
APRESIASI, saya mengawali tulisan dengan mengapresiasi Presiden Prabowo. Ada rasa bangga, ketika mendengar Presiden Prabowo mengklaim dirinya sebagai seorang micromanajer. Presiden menyampaikan dalam forum bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, 30 Maret 2026, ia mengklaim dirinya sebagai mikromanajer.
Ia menjelaskan yang dia lakukan, menghubungi pejabat pada dini hari guna mengetahui harga telur harian. Gaya kepemimpinannya itu pun ia sesali, sebab sejumlah bawahannya mengalami kelelahan sehingga perlu mendapatkan penanganan medis. Sayangnya, klaim Presiden Prabowo soal mikromanajer dalam memimpin, dilakukannya dengan tidak efektif.
Sebab presiden memberikan wewenang kepada menteri-menterinya tanpa dibarengi dengan pengawasan ketat. Tindakan mikromanajernya jika dicermati akan kontradiktif, sebab keputusan atau kebijakannya malah kebermanfaatannya tidaklah besar untuk kepentingan masyarakat.
