Bahkan, faktanya adalah sikap kepemimpinan Presiden Prabowo dengan gaya mikromanajernya mengungkap karakter kepemimpinannya yang menerapkan sistem komando, lebih dari itu Presiden Prabowo dinilai menerapkan sistem demokrasi terpimpin model baru.
Kepentingan Rakyat Kurang Diserap Pemerintah
Gaya mikromanajemen menunjukkan kepemimpinan manajer dengan perilaku mengawasi dan mengontrol setiap detail pekerjaan bawahan secara berlebihan. Pemimpinnya melibatkan diri dengan intensif hingga keputusan kecil, dan pemantauan konstan, yang sering kali dinilai menghambat kreativitas bawahannya, dan cenderung merusak kepercayaan terhadap kinerja bawahannya.
Hanya saja, mikromanajer yang diterapkan oleh Presiden Prabowo sekali lagi dinyatakan tidaklah efektif, ambigu, bahkan bahasa Sarkasmenya adalah nyeleneh. Contoh saja, ketika terjadinya polemik keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral/ESDM yang berencana membatasi pembelian LPG 3 kilogram hanya di pangkalan resmi mulai 1 Februari 2025.
Saat itu, Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), menegaskan kebijakan pelarangan total di pengecer tersebut bukanlah perintah atau kebijakan Presiden Prabowo, melainkan langkah Kementerian ESDM.
