Jika dipelajari seksama, masih banyak kekurangan dari Presiden Prabowo karena ketidakefektifan gaya mikromanajernya, yakni dari sisi perencanaan keputusan/kebijakan, pengawasan, evaluasi, kontrol ketat, dan implementasi sekaligus evaluasi visi-misinya.

Baca Juga: Ketidakakuratan Kondisi Ekonomi

Tak hanya itu, jika Prabowo menganggap gaya mikromanajernya sudah keren dengan sekadar menanyakan detail kebijakan, tetapi tanpa ada solusi-misalnya, sekadar bertanya harga telur, maka mikromanajemen Prabowo tak akan efektif.

Contoh saja, harga telur saja saat ini cenderung tinggi, lantas apa yang bisa dilakukan pemerintah? Tak terdengar upaya dari Pemerintah misalnya, untuk menstabilkan harga-harga yang cenderung menanjak naik saat ini. Kalau sekadar menanyakan, itu bukan mikromanajer.

Tapi bisa masuk (kategori) ‘kegenitan’ pemimpin. Pemimpin yang benar melakukan mikromanajemen efektif yaitu aspirasi masyarakat selaras dengan kebijakan dan keputusan pemerintah. Harus diakui bahwa Publik saat ini meragukan efektivitas gaya kepemimpinan Prabowo, lantaran masyarakat belum merasakan dampak optimal dari kebijakannya.