“Di dunia kerja, terutama pertambangan, jam 6 pagi itu sudah harus siap kerja, bukan sekadar absen. Karena itu, disiplin sejak di sekolah sangat penting,” ujarnya.

Di sisi lain, SMKN 6 Kendari juga mengembangkan program penyiapan tenaga kerja ke luar negeri sebagai bagian dari program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pada tahun 2025, dari 11 SMK se-Sulawesi Tenggara yang mengusulkan program tersebut ke kementerian, hanya SMKN 6 Kendari yang dinyatakan lolos.

Sebanyak 11 siswa telah mengikuti pelatihan selama sekitar tiga bulan dan menjalani tes di Makassar.

Saat ini, sekolah masih menunggu hasil kelulusan dan sertifikasi sebagai syarat penempatan kerja, termasuk peluang kerja di Jepang.