Wa Nini menjelaskan, sekolah memberikan dukungan pembinaan secara intensif terhadap siswa berprestasi.

Seluruh kegiatan ekstrakurikuler yang berorientasi pada prestasi telah dianggarkan dalam ARKAS. Bahkan, beberapa ekstrakurikuler didampingi oleh pelatih dari luar sekolah.

Meski demikian, ia mengakui tantangan terbesar dalam pembinaan siswa berprestasi adalah latar belakang siswa yang umumnya belum memiliki pengalaman prestasi sejak jenjang SMP.

Kondisi tersebut menuntut upaya ekstra dari sekolah untuk membangun motivasi dan kompetensi siswa sejak dasar.

“Pada ekstrakurikuler Matematika misalnya, pembinaan dimulai dari materi tingkat SD karena sebagian besar siswa belum mengenal materi olimpiade sebelumnya,” jelasnya.