Sementara Madrasah Aliyah Ummusshabri mencatatkan 62 trofi juara dari berbagai kompetisi akademik dan non-akademik yang berlangsung di tingkat lokal maupun nasional.

"Catatan emas ini menjadi bukti sahih bahwa santri Ummusshabri telah memiliki keberanian mental dan kualitas untuk berkompetisi dengan dunia luar. Modal utama mereka adalah kokoh secara spiritual dan unggul di bidang sains," tegas Dr. Supriyanto.

Keberhasilan tersebut juga terlihat dari capaian lulusan Madrasah Aliyah pada tahun 2026. Yayasan mencatat sekitar 80 persen alumni berhasil diterima di perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri melalui berbagai jalur seleksi nasional, termasuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan SPAN-PTKIN.

Para lulusan tersebut diterima di sejumlah kampus, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, UIN Walisongo Semarang, serta UIN Alauddin Makassar. Capaian itu menjadi bagian dari indikator keberhasilan proses pendidikan yang dijalankan selama ini.

Menurut Dr. Supriyanto, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Ummusshabri harus diimbangi dengan penguatan suasana akademik serta peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga mutu lulusan di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif.