Di Billiard Prawira yang diduga milik Kanit Tipidter Reskrim Polresta Kendari, IPDA Ariel Mogens Ginting itu, Ading dikeroyok hingga babak belur.  

"Dikeroyok di ruang VIP lantai 2, selama 3 jam oleh 10 orang. Nanti dibawa di Polresta Kendari jam 1 siang. Sudah penuh luka memar kepala bagian kanan, mata kanan dan bengkak di tangan kanan," ungkap Ferdiansyah.

Hal itu diketahui ketika Ferdiansyah mencari keberadaan Ading karena iparnya tersebut tak kunjung mengirim kabar setelah dijemput paksa.

Ferdiansyah kemudian menemui IN dan menanyakan keadaan Ading. Saat itu IN bilang jika Ading sudah berada di Polresta Kendari.

Ferdiansyah dan istrinya lantas menuju ke Polresta Kendari untuk menemui Ading. Ading sempat merahasiakan kejadian itu, namun karena tampak luka-luka di wajahnya, pihak keluarga meminta Ading berterus terang.