Ading kemudian menceritakan peristiwa sebenarnya. Atas informasi itu, Ferdiansyah kemudian menemui Kanit Tipidter Reskrim Polresta Kendari, IPDA Ariel Mogens Ginting.
"Jadi, Pak Ariel mengetahui penculikan itu karena dia memperlihatkan video penjemputan ke saya. Saya tidak tahu dari mana. Dia katanya mau mediasi, tapi jangan kita ambil tindakan lebih jauh, jangan lapor balik. Nanti dia bantu komunikasikan. Tapi sampai sekarang tidak ada kabar, bahkan langsung ditahan," bebernya.
Sepulang dari menemui IPDA Ariel dan bertukar nomor ponsel, terjadi komunikasi lanjutan lewat pesan WhatsApp. Ariel bahkan menawarkan untuk memberikan penangguhan penahanan terhadap Ading jika IN ngotot melanjutkan perkara ini.
"Kalau IN ngotot, kita bermohon juga ke saya tangguhkan juga penahanannya secara prosedur kan masih bisa dipertimbangkan," tulis Ariel kepada Ferdiansyah.
Enam belas hari setelah dilaporkan, IN yang diduga sebagai dalang utama penculikan Ading belum diperiksa oleh penyidik dan CCTV sebagai barang bukti juga tidak disita.
