"Bukan hanya istri saya yang meninggal dunia, anak saya juga meninggal dunia. Awalnya anak saya yang meninggal dunia karena mereka tidak melakukan operasi persalinan istri saya. Jadi dokter anestesi yang menangani istri saya dilaporkan juga atas dugaan ketidakprofesionalannya," tambahnya.
Pria berusia 29 tahun itu mengaku, sangat sedih mengenang kejadian yang menewaskan istri serta anaknya itu.
Kejadian itu terjadi secara berurutan, awalnya bayinya dinyatakan meninggal dunia 16 Mei 2021 dan disusul oleh ibu bayi itu 17 Mei 2021.
Pihaknya datang ke rumah sakit itu pada 15 Mei 2021 sekitar pukul 21:30 WIB atas rujukan bidan di dekat rumahnya. Akan tetapi, kurang lebih 18 jam istrinya tidak kunjung dioperasi.
"Karena saya terus meminta agar dilakukan operasi, akhirnya mereka melakukan operasi dan setelah dioperasi saya dapatkan kabar duka bahwa bayi saya telah meninggal dunia," kata J Sinaga.
