IDP mengatakan, di agama sebelumnya, berpindah agama dianggap sebagai orang durhaka, baik terhadap orang tua maupun terhadap leluhurnya.
"Sehingga ayah saya sangat murka saat mengetahui saya pindah agama. Saat itu saya sedang duduk memangku anak di rumah mertua, lalu ayah saya datang bertamu. Saya suguhkan teh tapi kemudian disiramkan ke arah saya dan beliau mengambil pisau dari saku celananya dan menghunuskan ke arah saya, tapi saya lari melompat lewat jendela,’’ bebernya.
Baca Juga: Tertarik Pada Islam Puluhan Tahun, Pastor Katolik Hilarion Heagy Putuskan Mualaf
Anak perempuan IDP, Rinda Andari yang saat ini menyandang status sebagai mahasiswa, juga mengatakan bahwa ayahnya sampai saat ini masih istqomah beribadah.
‘’Kata ibu, dulu ayah belajar dari orang-orang di masjid. Yang awalnya mulai salat, puasa dan rutin melaksanakan salat jumat,’’ ujarnya.
