KENDARI, TELISIK.ID – Setiap pagi, seorang pria paruh baya memulai harinya dengan memikul kotak roti dari lorong kecil di Tanukila, Wua-Wua.

Ia menyusuri jalanan hingga ke kawasan kampus baru Universitas Halu Oleo (UHO) dan wilayah Andonohu. Panas dan hujan tak jadi alasan untuk berhenti. Ia tetap melangkah, menjajakan roti demi menghidupi keluarganya.?

Namanya Abdul, lelaki berusia 45 tahun yang datang jauh dari Pulau Jawa. Ia mulai merantau ke Kota Kendari sejak tahun 2020 setelah diajak oleh temannya untuk mencoba peruntungan. Sejak saat itu, ia menekuni profesi sebagai penjual roti keliling.

Baca Juga: Oddo, Betah Puluhan Tahun sebagai Juru Pikul Barang di Pasar Mandonga Kendari

“Alhamdulillah setiap kali jualan roti yang saya bawa selalunya habis dan saya memperoleh keuntungan Rp 150 ribu setiap kali jualan,” ucapnya kepada telisik.id, Kamis (7/8/2025)