Selama berbulan-bulan, ia mempelajari buku-buku agama Yudaisme, Kristen, Hindu, hingga Buddha, namun tidak menemukan jawaban yang dicari.

Sayangnya, perpustakaan itu tidak memiliki buku tentang Islam, karena stigma negatif yang melekat padanya akibat aksi terorisme yang mengatasnamakan Islam.

"Penggambaran Islam atau orang Arab waktu itu sangat mengerikan," papar Abdurahman Afia, seperti dikutip dari kanal YouTube Ayatuna Ambassador.

Suatu hari, ia pergi ke Hyde Park, di mana ia menemukan orang-orang yang berdiskusi tentang berbagai agama, termasuk Buddha, Yahudi, Kristen, dan Islam.

Di sana, ia mendengarkan narasi dari penganut Buddha, Yahudi dan Kristen, namun Abdurahman Afia merasa bahwa jawaban yang ia cari tidak ditemukan di sana.