Perbedaan respons tersebut juga dipengaruhi oleh sejumlah hormon yang dilepaskan setelah orgasme. Beberapa hormon yang berperan antara lain:

- Prolaktin, yang dikaitkan dengan munculnya rasa kantuk dan penurunan gairah seksual setelah orgasme.

- Oksitosin, yang memberikan rasa nyaman, tenang, serta memperkuat ikatan emosional dengan pasangan.

- Endorfin, yang membantu tubuh merasa rileks sekaligus mengurangi ketegangan.

- Gamma aminobutyric acid (GABA), yang berperan menekan aktivitas sistem saraf sehingga tubuh lebih mudah beristirahat.