Meskipun penis secara teknis tidak bertulang, kata "patah" digunakan untuk menggambarkan robekan pada tunika albuginea, jaringan yang memungkinkan penis membesar dan ereksi.
Baca Juga: 4 Hal Ini Diperhatikan Pria Saat Berhubungan Seks
Pemeriksaan selanjutnya mengkonfirmasi bahwa pasien memang mengalami patah penis lebar dan dalam, sementara jaringan penisnya juga pecah.
Pasien juga rupanya mengalami hematoma yang parah, yakni cedera pada dinding pembuluh darah, yang menyebabkan darah bocor ke jaringan di sekitarnya. Kondisi ini menyebabkan penderitanya buang air kecil dalam bentuk plasma.
Penulis studi mengatakan bahwa kondisi patah penis seperti itu terjadi ketika penis yang sedang ereksi tertekuk setelah menghantam perineum atau tulang kemaluan dengan kuat selama aktivitas seksual yang bergairah. (C)
