“BPJS Kesehatan memahami bahwa masukan dari tenaga kesehatan di lapangan sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan. Dengan evaluasi berkelanjutan, Sistem Antrean Online diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi peserta JKN dan fasilitas kesehatan,” ungkapnya.

Dengan pemanfaatan antrean online tersebut, Rinaldi menegaskan bahwa peserta JKN dapat lebih mudah mengakses fasilitas kesehatan dengan mengatur waktu kunjungan sesuai dengan kebutuhan peserta.

“Sistem antrean online juga memberikan dampak positif pada pengaturan jadwal kunjungan pasien. Peserta dapat memilih waktu kunjungan sesuai kebutuhan, sehingga waktu tunggu di ruang pelayanan dapat diminimalkan. Hal ini tidak hanya menguntungkan pasien, tetapi juga membantu tenaga kesehatan dalam mengatur jadwal secara lebih efektif,” ungkapnya.

Dengan pengelolaan waktu yang lebih baik, tenaga kesehatan dapat lebih fokus pada kualitas pelayanan. BPJS Kesehatan tidak hanya berhenti pada inovasi digital, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan fasilitas kesehatan.

“Kunjungan seperti ini merupakan bagian dari upaya memastikan mutu layanan tetap terjaga. Melalui pendampingan langsung, BPJS Kesehatan menunjukkan komitmennya dalam mendukung fasilitas kesehatan untuk memberikan layanan terbaik kepada peserta JKN,” ungkap Rinaldi.