Pelaksana Tugas (Pj) Sekretaris Daerah Buton, La Ode Syamsuddin, menegaskan bahwa program ini harus digarap serius. "Program ini menyentuh langsung masyarakat, bukan seremoni," ujarnya di hadapan para camat, kepala desa, dan perwakilan dari 83 desa se-Kabupaten Buton.

Rencananya, penanaman jagung akan dimulai pada musim hujan, antara November hingga Desember 2025. Dinas Pertanian Buton akan menyediakan bibit, dengan target total lahan tanam mencapai 250 hingga 300 hektar.

Namun, program ini tidak berlaku untuk desa-desa pesisir dengan lahan terbatas, seperti Desa Bajo Bahari.

Baca Juga: NasDem Kutuk Pernyataan Johanis Tanak OTT Bupati Kolaka Timur Abdul Azis, Disebut Framing KPK Jelang Rakernas

"Misalnya, Kecamatan Lasalimu punya 15 desa, ya berarti 15 hektar. Wolowa 7 desa, berarti 7 hektar, begitu juga kecamatan lainnya," jelas Syamsuddin.