"Alasan di balik peningkatan penjualan boneka seks ini, terutama di Melbourne, sepertinya karena mereka dijadikan teman bepergian untuk pengendara yang menggunakan jalan tol di bagian timur," tambahnya.

Adam mengatakan, sebelum beberapa bulan yang lalu boneka-boneka itu 'jarang' terjual tetapi baru-baru ini ada banyak pembelian baru. Bahkan ada satu pelanggan yang mengakui pembelian boneka seks itu murni untuk mengelabui kamera pengawas lalu lintas.

Baca Juga: Kisah Viral Seorang Pria, Rela Tinggalkan Istri dan Memilih Hidup dengan Boneka Seks

"Terkadang hanya terjual dua dalam sebulan... tapi tiba-tiba, belakangan ini, penjualannya bisa tiap jam, dan sekarang tidak ada lagi sisa stok... satu-satunya alasan yang terpikirkan adalah karena jalan Tol Timur," pungkasnya.

Dikutip dari Viva.co.id, melansir Indy100, penggunaan boneka atau mainan seks tercatat pertama kali pada abad ke-17. Saat masa itu sudah ada boneka kulit yang dibuat oleh pelaut Belanda dengan mengunakan metode jahit tangan. Boneka itu kemudian diadopsi juga oleh pelaut Jepang yang memiliki kegunaan hampir serupa.