Dari sisi kekayaan, Prof Armid melaporkan total harta sebesar Rp 3.681.412.738 ke situs LHKPN. Kekayaan tersebut terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 2.539.200.000 yang berlokasi di Kendari dan Konawe Kepulauan. Lahan terbesar berada di Konawe Kepulauan seluas 4.074 meter persegi senilai Rp 325.920.000.

Untuk kendaraan, Prof Armid memiliki dua unit, yakni motor Yamaha tahun 2019 senilai Rp 9.000.000 dan mobil Suzuki Baleno tahun 2017 seharga Rp 140.000.000.

Nilai total aset kendaraan mencapai Rp 149.000.000. Ia juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp 141.940.000 dan kas atau setara kas sebesar Rp 851.272.738. Tidak ada utang yang tercatat dalam laporannya.

Sementara itu, Prof Takdir Saili melaporkan kekayaan total sebesar Rp 3.616.831.462. Aset tanah dan bangunan miliknya bernilai Rp 1.390.000.000.

Di antaranya adalah tanah seluas 670 meter persegi di Kota Baubau senilai Rp 350.000.000 yang diperoleh dari hadiah dan properti di Kendari hasil usaha sendiri senilai Rp 720.000.000.