Saat menempuh studi S2 di Universitas Negeri Makassar pada 2001, ia berhasil lolos sebagai Instruktur Nasional. Sejak era Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), KTSP, hingga Kurikulum 2013, ia rutin melatih para guru di wilayah Indonesia Timur.
Tahun 2013, ia menjadi satu-satunya perwakilan Sulawesi Tenggara yang lulus tes dan memiliki lisensi khusus untuk menatar para kepala sekolah di tingkat nasional.
Pengalaman kepemimpinannya teruji nyata saat ia dipercaya menjadi kepala sekolah pertama di SMP Negeri 20 Kendari. Saat itu, sekolah tersebut secara fisik belum ada.
"Saya merintis dari tanah kosong, membangun ruang kelas hingga fasilitas lainnya bekerja sama dengan pihak Australia. Rasanya berat, tapi melihat kemajuannya sekarang, ada kebahagiaan luar biasa," kenang Abdul Wahid saat itu.
Setelah 9 tahun di SMPN 20, ia sempat bertugas di SMPN 19 dan memimpin SMPN 2 Kendari, sebelum akhirnya dipercaya menakhodai sekolah rujukan di SMP Negeri 1 Kendari.
