Bagi Abdul Wahid, kunci utama mengelola sekolah adalah kolaborasi. Ia menekankan bahwa kepala sekolah bukan sekadar penandatangan dokumen, melainkan pemimpin pembelajaran.

"Jangan jadi guru yang berwawasan sempit atau gagap teknologi. Jika siswa tidak berhenti belajar, guru pun harus terus mengasah ilmu," tegasnya.

Ia pun selalu menempatkan dirinya sebagai role model. Baginya, perubahan perilaku warga sekolah tidak bisa dipaksakan melalui instruksi, melainkan melalui contoh nyata yang ditunjukkan oleh pemimpinnya.

Di luar kesibukannya di sekolah, Abdul Wahid adalah sosok yang sangat aktif. Ia menjabat sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Kendari, pengurus PGRI, hingga Ketua Paguyuban Morowali.

Baca Juga: Homoseksual Dominasi Kasus HIV AIDS di Sulawesi Tenggara, Pengidap Capai 123 Sejak Januari-Maret 2026