Oleh sebab itu, angka nol baru dikenal dan digunakan orang Barat sekitar 250 tahun setelah dikembangkan oleh Al-Khawarizmi.

Selain sebagai ilmuwan yang mengembangkan angka nol, Al-Khawarizmi juga lebih dikenal di Barat dengan nama Algorisme. Dimana algoritma menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dalam langkah terbatas.

Kini, nama beliau digunakan untuk istilah matematika. Hal ini karena beliau yang menemukan algoritma tersebut dan dijuluki sebagai Bapak Algoritma atau Bapak Matematika.

Merujuk pada buku "Be The Best 'not be asa'" karya Karebet Widjajakusuma, Bapak Algoritma ini lahir di Khawarizm, Uzbekistan pada tahun 194 Hijriah atau 780 Masehi. Kemudian, beliau meninggal pada tahun 847 Masehi.

Semasa hidupnya, beliau aktif bekerja di daerah Baghdad pada masa khalifah Al-Ma'mun dari dinasti Abbasiyyah.