"Hanya saya dengan Pak Bang Dahnil saja. Akhirnya Bang Dahnil disambut timnya di—kebetulan beliau dari Kementerian Pertahanan. Saya disambut santri-santri saya, dan sama anak saya," kata Gus Irfan di Jogja Expo Center, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (24/10/2026).

"Dan mereka ini yang tanpa diminta membantu pembentukan badan penyelenggara haji itu. Tanpa gaji tanpa apa-apa selama tiga atau empat bulan," sambungnya.

Ia menjelaskan, setelah pembentukan lembaga berjalan, sebagian orang yang sebelumnya membantu kemudian direkrut sebagai tenaga ahli. Sementara itu, sejumlah lainnya kembali menjalankan aktivitas masing-masing.

"Sampai kemudian ada beberapa yang saya masukkan menjadi tenaga ahli, ada sebagian kembali ke basic-nya," ujarnya.

Gus Irfan juga menyebut jumlah tenaga ahli dan staf khusus yang direkrutnya masih di bawah batas maksimal. Ia mengatakan memiliki hak mengangkat tiga staf khusus dan lima tenaga ahli, tetapi hanya menggunakan satu posisi staf khusus dan empat posisi tenaga ahli.