Pada Februari 2025, ia menyelesaikan pendidikan doktor dalam bidang manajemen pendidikan Islam di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Sebelum masuk pemerintahan, Gus Irfan memiliki pengalaman panjang di lingkungan pesantren dan dunia usaha. Sejak 1989, ia menjabat sebagai Sekretaris Umum Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Ia juga pernah menjadi Komisaris Utama PT BPR Tebuireng pada 1996–2016 dan memimpin Pesantren Al-Farros sejak 2006.
Di bidang organisasi, ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama. Sementara dalam politik, ia terlibat sebagai juru bicara tim pemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 sebelum bergabung dengan Partai Gerindra.
Pada Pemilu Legislatif 2024, Gus Irfan maju sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur VIII. Ia memperoleh 77.433 suara dan terpilih untuk periode 2024–2029.
Namun, sebelum menjalankan tugas sebagai anggota DPR, ia mendapat penugasan sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji pada 22 Oktober 2024. Presiden Prabowo Subianto kemudian melantiknya sebagai Menteri Haji dan Umrah pada 8 September 2025, setelah pemerintah membentuk kementerian khusus untuk menangani urusan haji dan umrah.
