PT CNI mengelola wilayah pertambangan nikel di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Berdasarkan informasi yang diberitakan Bisnis.com pada 2022, luas wilayah tambang tersebut mencapai 6.785 hektare dengan cadangan bijih nikel sebanyak 295 juta metrik ton.

Perusahaan juga mengembangkan fasilitas peleburan dan pengolahan bijih nikel atau smelter. Pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari kegiatan hilirisasi untuk mengolah bahan tambang menjadi produk bernilai tambah.

Peletakan batu pertama pembangunan smelter dilakukan pada 2019. Fasilitas itu dirancang memiliki kapasitas input bijih nikel hingga 5 juta ton per tahun.

Pada 2023, proyek CNI disebut berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Objek Vital Nasional. Nilai investasinya dilaporkan mencapai 2,31 miliar dolar AS atau sekitar Rp35,68 triliun, sebagaimana diberitakan Tirto.id.

Dalam pengembangan proyek, CNI juga memperoleh dukungan pembiayaan melalui kredit sindikasi dari Bank Mandiri.