Selain itu, pionir transplatasi karang Indonesia yang telah mendapat pengakuan dunia ini juga pernah menjadi tenaga ahli pada perusahaan tambang nikel di Kabupaten Morowali, yakni PT Hengjaya Mineralindo dan PT Usaha Kita Kinerjatama, dalam kegiatan pengelolaan terumbu karang di areal lingkar tambang.

Saat ini Baru Sadarun menjabat Ketua Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UHO, serta menjabat Sekretaris Jenderal Asosiasi Ahli Lingkungan Hidup Indonesia sejak 2025.

Baca Juga: Ahli Reproduksi Ternak Bidik Kursi Rektor UHO Kendari, Berikut Profil Prof. Takdir Saili

Baru Sadarun juga masih aktif melaksanakan tugas tambahan sebagai tenaga ahli di Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup, dan di Kementerian Kelautan dan Perikanan.  

Selain itu, ia juga aktif menjadi instruktur selam sejak 2008, Asesor Terumbu Karang Indonesia sejak 2019, serta Asesor Penyelaman Ilmiah sejak 2020.