“Saya mundur selangkah, supaya bisa maju lebih jauh,” ujarnya.

Perjuangan melanjutkan studi S2 bukan perkara mudah. Hariyati mengikuti tes hingga empat kali. Formulir pendaftaran terakhir ia temukan secara tak terduga.

Sebuah peristiwa kecil yang kembali menegaskan keyakinannya bahwa hidup penuh misteri, namun selalu menyediakan jalan bagi mereka yang berniat baik.

Usahanya berbuah hasil saat ia dinyatakan lolos Beasiswa Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan menempuh pendidikan Magister Teknik Perencanaan Transportasi di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Beasiswa penuh itu mengharuskannya menyelesaikan studi dalam waktu 18 bulan.

Dengan disiplin dan fokus tinggi, Hariyati berhasil menyelesaikan studi lebih cepat dari batas waktu. Langkah ini memperluas ruang pengabdian baginya.